Setelah sukses dengan Barito Renewables (BREN), nama besar Prajogo Pangestu kembali jadi sorotan. Kali ini lewat IPO CDIA, anak usaha Chandra Asri yang bergerak di sektor infrastruktur energi dan kawasan industri.
Banyak investor mulai melirik saham ini sebagai potensi bagger berikutnya. Tapi, sebelum ikut antre, ada baiknya kita memahami lebih dulu siapa itu CDIA, berapa target dananya, dan apakah saham ini layak dikoleksi sejak awal.
Apa Itu CDIA?
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) adalah anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Perusahaan ini fokus membangun kawasan industri dan infrastruktur energi, dengan proyek utama berlokasi di Cilegon, Banten.
CDIA bukan sekadar pengelola kawasan, melainkan bagian penting dari strategi integrasi hilir grup Chandra Asri, yang sudah puluhan tahun mendominasi industri petrokimia nasional.
Dengan rekam jejak TPIA yang solid dan jaringan bisnis grup Barito, CDIA diposisikan sebagai pionir dalam pengembangan kawasan industri masa depan—efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Rencana IPO CDIA
-
Jumlah saham yang ditawarkan: 12,48 miliar saham
-
Porsi kepemilikan: 15 persen dari total setelah IPO
-
Harga penawaran: Rp170 – Rp190 per saham
-
Target dana: Rp2,12 triliun – Rp2,37 triliun
-
Masa book building: 19 – 24 Juni 2025
-
Tanggal listing: Diperkirakan awal Juli 2025
Dana dari IPO ini akan digunakan untuk penyertaan modal ke anak usaha, pengembangan kawasan industri, dan keperluan operasional.
Apa Daya Tarik Saham CDIA?
1. Dibekingi Grup Besar
Saham ini membawa nama besar Prajogo Pangestu dan Chandra Asri—dua brand yang sudah dikenal investor. Kredibilitasnya tak diragukan.
2. Beroperasi di Sektor Strategis
Infrastruktur energi dan kawasan industri termasuk sektor prioritas nasional. Permintaan akan lahan industri, khususnya yang terintegrasi dan dekat pelabuhan, terus meningkat.
3. Potensi Jangka Panjang
Meski mungkin tidak langsung mencetak cuan besar dalam waktu dekat, proyek-proyek CDIA punya daya tahan dan pertumbuhan jangka panjang. Cocok untuk investor dengan horizon menengah–panjang.
4. Antusiasme Investor
Melihat pengalaman IPO BREN yang melonjak ribuan persen, tak sedikit investor berharap fenomena serupa bisa terulang di saham CDIA.
Baca juga : Harga Emas Naik: Waktunya Investasi di Tengah Ketidakpastian?
Apakah CDIA Layak Dikoleksi Sejak IPO?
Bergantung pada profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing investor. Berikut pertimbangannya:
Cocok ikut IPO jika Anda:
-
Percaya pada visi jangka panjang proyek CDIA
-
Siap menyimpan saham lebih dari satu tahun
-
Ingin ambil posisi awal di saham yang masih “fresh”
Sebaiknya tunggu jika Anda:
-
Belum yakin dengan valuasi saat IPO
-
Ingin melihat performa harga setelah listing
-
Lebih nyaman membeli saat ada laporan keuangan publik
Perlu Diingat
IPO CDIA membawa semua bahan cerita yang disukai investor: proyek infrastruktur besar, anak usaha grup ternama, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Apakah saham ini akan menjadi bagger selanjutnya seperti BREN? Waktulah yang akan menjawab.
Namun bagi investor yang siap dengan strategi jangka panjang dan tidak terburu-buru mencari keuntungan instan, CDIA bisa menjadi peluang yang menarik untuk dilirik sejak dini.
Money, Mind & Home,
Ivan Olianto, QWP®